Ekspor Batu Bara RI Moncer, Tembus 518 Juta Ton

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan kinerja ekspor batu bara Indonesia mentereng sepanjang 2023 dengan realisasi penjualan sebesar 518 juta ton. Jumlah ini meningkat dibandingkan realisasi ekspor batu bara di 2022 dengan 465 juta ton.

“Ekspor batu bara kita juga meningkat disebabkan karena demand yang meningkat,” ujarnya dalam konferensi pers Capaian Sektor ESDM 2023 di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (15/1).

Tingginya permintaan pasokan batu bara Indonesia dari sejumlah negara yang memiliki krisis gas akibat konflik geopolitik. Konflik tersebut memicu negara-negara Eropa mengalihkan batu bara sebagai sumber energi dari gas.

Baca juga : Pembangunan Jalan Khusus PT SAS Tidak Akan Rugikan Masyarakat

“Dengan adanya tekanan (negara) mendapatkan pasokan gas dan batu bara dari tempat-tempat yang berpolitik itu pindahnya ke kita, makanya itu ekspornya (batu bara) juga naik,” jelasnya.

Menteri ESDM menyebut Indonesia menikmati dari hasil peningkatan ekspor batu bara. Dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang 2023, nilai ekspor batu bara naik sebesar US$262,77 juta atau Rp4 triliun (kurs Rp15.562) dibanding 2022, atau naik 9,60% secara year on year (yoy).

Baca juga : Kapal Batu Bara Hantam Dermaga Penyeberangan di Palembang

“Dengan devisa kita dalam mengekspor, ada cuan yang didapat. Memang batu bara masih menjadi salah satu kebutuhan pasar dunia,” kata Arifin.

Kementerian ESDM mencatat sepanjang 2023, realisasi pemanfaatan batu bara domestik atau domestic market obligation (DMO) mencapai 213 juta ton dari produksi sebesar 775 juta ton.

Di tahun ini, Kementerian ESDM akan memenuhi kebutuhan kepentingan dalam negeri dengan target DMO sebesar 181,28 juta ton dari total produksi 710 juta ton. (Z-5)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *