Hadi Tjahjanto Serahkan Sertifikat PTSL di Brebes

MENETRI Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Hadi Tjahjanto mengunjungi sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Tengah untuk menyerahkan sertifikat tanah hasil dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Lokasi pertama yang dikunjungi yaitu Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes.

Baca juga: Jokowi Tugaskan Menpan-Rebiro Percepat Transformasi Digital Layanan Pemerintah 

Hadi mengatakan, proses legalisasi aset milik masyarakat targetnya mencapai 126 juta bidang tanah. Sampai saat ini, ia menyebut bahwa pendaftaran tanah di Indonesia sudah selesai sebanyak 110,5 juta bidang.

“Memang kita targetkan di akhir 2024 ini bisa mencapai 120 juta bidang. Khusus untuk Jawa Tengah sendiri targetnya 21 juta bidang sudah tercapai 96%,” ujarnya lewat keterangan yang diterima, Senin (15/1).

Baca juga: Hadi Tjahjanto Dampingi Presiden Jokowi Bagikan 2.000 Sertifikat PTSL di Cilacap

Dari capaian tersebut, Hadi berharap agar segera dideklarasikan kota/kabupaten Lengkap di seluruh Indonesia. Pada tahun ini, ia menargetkan 100 Kota/Kabupaten dideklarasikan sebagai kota/kabupaten Lengkap. “Di Jawa Tengah sudah ada 2 (dua), Tegal dan Surakarta. Kelebihannya itu jelas, seluruh tanah sudah terdaftar dimasukan di sistem elektronik, semuanya aman,” terangnya.

Dukungan dari pemerintah daerah dalam percepatan pendaftaran tanah pun sangat dibutuhkan, salah satunya melalui keringanan atau pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk pendaftaran tanah pertama kali. Oleh sebab itu, ua berharap Kota/Kabupaten dapat berpartisipasi dalam hal tersebut. “Karena BPHTB ini adalah PAD (Pendapatan Asli Daerah, red) yang tentunya nanti akan kembali lagi ke daerah,” tandas mantan Panglima TNI itu.

Pada kesempatan ini, ia menyerahkan 14 sertipikat tanah secara door to door ke tiga rumah warga. Menteri ATR/Kepala BPN juga melakukan dialog secara langsung dengan 11 warga yang berkumpul di satu halaman rumah warga di titik terakhir. Dalam dialognya, Hadi Tjahjanto melontarkan beberapa pertanyaan kepada satu-persatu warga yang hadir. Tujuannya adalah memastikan program PTSL berjalan dengan baik tanpa adanya pungutan liar (pungli).

Salah satu penerima sertipikat, Ahmad Zamroni mengaku bahwa jalannya program PTSL tak menemukan kendala. Ia mengajukan proses pembuatan sertipikat sejak 2 (dua) bulan lalu dan saat ini resmi menerima sertipikat. “Ini terhitung cepat, alhamdulillah prosesnya tidak lama, semuanya kondusif dalam arti sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah, begitupun biayanya hanya Rp150 ribu dan ini tidak ada kendala,” tutur Ahmad Zamroni. (P-3)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *