Muhammadiyah Ingatkan tak Boleh Ada Intimidasi dalam Pesta Demokrasi

SEKRETARIS Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengingatkan agar jangan ada intimidasi, kecurangan, ataupun politik uang yang mencederai pemilihan umum (pemilu) 2024.

Menurut Mu’ti, hal-hal semacam itu bukan hanya merusak demokrasi, tetapi juga menimbulkan konflik horizontal.

“Semua pihak harus menjauhkan semua bentuk intimadasi, politik uang, dan kecurangan. Jika hal demikian tidak terjadi, itu bukan hanya merusak demokrasi, tetapi juga berpotensi menimbulkan kekisruhan dan konflik horizontal di masyarakat,” ujarnya ketika dihubungi, di Jakarta, Senin (15/1).

Baca juga : Kampanye Capres tidak Pantas Gunakan Kata Kasar

Ia juga berpesan agar pemerintah, aparatur negara, dan penyelenggara pemilu harus netral dan profesional. 

Selain itu, ujarnya, pemilu merupakan pesta demokrasi yang menentukan nasib bangsa. Oleh karena itu, menurutnya tidak boleh ada ketakutan ataupun tekanan. Demikian juga penyelenggara pemilu, sebagai wasit, Mu’ti mengingatkan supaya mereka berkomitmen menyelenggarakan pemilu yang bermartabat.

Baca juga : Desak Anies Membumikan Demokrasi

“Pemilu adalah pesta demokrasi yang sangat penting dan menentukan masa depan bangsa. Karena itu, penyelenggaraan pemilu harus berkualitas, jujur, adil, dan bermartabat. Semua warga negara yang berhak dapat menggunakan hak politiknya dengan bebas, gembira, dan tanpa tekanan,” tukasnya. (Z-5)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *