Pengamat: Penghentian Tambahan Dana untuk LPDP Langkah yang Tepat

PEMERINTAH memutuskan untuk menghentikan sebagaian dana APBN fungsi pendidikan sebesar Rp20 triliun per tahun untuk menambahkan dana abadi pendidikan di LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). Menanggapi hal tersebut, Pengamat Pendidikan sekaligus Dosen Universitas Multimedia Nusantara Doni Koesoema menyatakan sepakat dengan kebijakan tersebut.

“Saya sepakat dengan kebijakan ini karena anggaran pendidikan itu untuk biaya-biaya peningkatan kualitas pendidikan yang berdampak langsung, bukan ditabung dan bunganya yang dipakai, seperti untuk LPDP saat ini,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Kamis (18:1).

Baca juga: Menko PMK: Pemerintah akan Tinjau Ulang Dana untuk Beasiswa LPDP

Lebih lanjut, menurutnya dana LPDP saat ini sudah cukup untuk membiayai mahasiswa melalui LPDP. Maka dari itu, tidak ada keharusan untuk menggelontorkan anggaran pendidikan sebagai tabungan dana abadi pendidikan.

“Akan lebih baik anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk dana abadi dipakai langsung untuk peningkatan kualitas pendidikan, seperti memperkuat dan mentransformasi sekolah vokasi yang memang memerlukan dana yang tidak sedikit tapi bisa berdampak langsung pada penurunan pengangguran,” tegas Doni.

Baca juga: Peningkatan Penerima Beasiswa LPDP Ciptakan SDM yang Bersaing di Dunia Global

Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan bahwa total dana LPDP saat ini dinilai sudah mencukupi atau total dana kelolaan LPDP telah mencapai Rp145,05 triliun.

“Akumulasi Dana Abadi per 14 Desember 2023 juga sudah mencapai Rp139,11 triliun. Jadi dana APBN fungsi pendidikan yang digunakan untuk menambah dana abadi pendidikan yang dikelola LPDP kita hentikan,” pungkas Muhadjir.

(Z-9)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *