Puasa Qadha Ganti Utang Puasa Ramadan Digabung dengan Puasa Rajab? Ini Hukumnya

UMAT Islam sudah memasuki bulan Rajab 1445 H yang bertepatan pada 13 januari 2024. Memasuki bulan ini, umat islam diingatkan untuk menunaikan puasa sunah. Namun, bagi yang memiliki utang puasa Ramadan, wajib hukumnya untuk mengqodo atau menggantinya. 

Dikutip dari laman Nahdlatul Ulama Online, penggabungan kedua jenis puasa ini diperbolehkan.

Puasa Rajab dianggap sunah, sehingga bacaan niatnya bersifat mutlak. Namun, hal ini tidak berlaku untuk puasa qadha Ramadhan. Menurut penjelasan dalam kitab Fathul Mu’in dan I’anatut Thalibin, hukum menggabungkan puasa Rajab dan qadha Ramadhan didasarkan pada syarat niat yang berbeda. Puasa qadha Ramadhan memerlukan niat yang lebih spesifik, sementara puasa Rajab dapat menggunakan bacaan niat yang lebih umum.

Baca juga: Doa Niat Puasa Sunah di Bulan Rajab Sekaligus Ganti Utang Puasa Ramadan

Oleh karena itu, meskipun penggabungan kedua puasa ini diperbolehkan, niat untuk puasa qadha Ramadhan harus lebih rinci. Keputusan ini membantu umat Islam menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan kesadaran akan tanggung jawab agama.

Hal tersebut dijelaskan pada kitab Fathul Mu’in dan I’anatut Thalibin

Baca juga: Taukah Kamu Puasa Ayyamul Bidh Menghapus Dosa Kecil? Berikut Jadwalnya Sepanjang 2024

وبالتعيين فيه النفل أيضا فيصح ولو مؤقتا بنية مطلقة كما اعتمده غير واحد (وقوله ولو مؤقتا) غاية في صحة الصوم في النفل بنية مطلقة أي لا فرق في ذلك بين أن يكون مؤقتا كصوم الاثنين والخميس وعرفة وعاشوراء وأيام البيض أو لا كأن يكون ذا سبب كصوم الاستسقاء بغير أمر الإمام أو نفلا مطلقا (قوله بنية مطلقة ) متعلق بيصح فيكفي في نية صوم يوم عرفة مثلا أن يقول نويت الصوم ( قوله كما اعتمده غير واحد) أي اعتمد صحة صوم النفل المؤقت بنية مطلقة وفي الكردي ما نصه في الأسنى ونحوه الخطيب الشربيني والجمال الرملي الصوم في الأيام المتأكد صومها منصرف إليها بل لو نوى به غيرها حصلت إلخ زاد في الإيعاب ومن ثم أفتى البارزي بأنه لو صام فيه قضاء أو نحوه حصلا نواه معه أو لا وذكر غيره أن مثل ذلك ما لو اتفق في يوم راتبان كعرفة ويوم الخميس انتهى

Artinya: “Dan dikecualikan dengan persyaratan ta’yin (menentukan jenis puasa) dalam puasa fardhu, seperti puasa sunnah, maka sah berpuasa sunnah dengan niat puasa mutlak, meski puasa sunnah memiliki jangka waktu, sebagaimana pendapat yang dipegang oleh beberapa ulama. Syekh Zainuddin menyatakan bahwa meskipun puasa sunnah memiliki jangka waktu, keabsahan puasa sunnah dengan niat puasa mutlak merupakan puncak keabsahan. Maksudnya, tidak ada perbedaan dalam keabsahan tersebut antara puasa sunnah yang berjangka waktu, seperti puasa Senin-Kamis, Arafah, Asyura’, dan hari-hari tanggal purnama, dengan puasa sunnah yang tidak memiliki jangka waktu tertentu, seperti puasa yang memiliki sebab, seperti puasa istisqa’ tanpa perintah imam, atau puasa sunnah mutlak. Menurut Syekh Zainuddin, dengan niat puasa mutlak, maka cukup dengan niat semisal, saya niat berpuasa saat berpuasa Arafah. Beberapa ulama, termasuk Syekh al-Kurdi, Syekh Khatib al-Sayarbini, dan Syekh al-Jamal al-Ramli, berpendapat bahwa berpuasa di hari-hari yang dianjurkan untuk berpuasa secara otomatis tertuju pada hari-hari tersebut, bahkan jika seseorang berniat puasa bersama dengan niat puasa lainnya, pahala keduanya tetap bisa didapatkan. Syekh al-Barizi, dari kesimpulan tersebut, berfatwa bahwa jika seseorang berpuasa qadha (Ramadhan) atau puasa lainnya di hari-hari yang dianjurkan berpuasa, pahala keduanya bisa didapat, baik disertai niat berpuasa sunnah atau tidak. Ulama lain juga menyebutkan hal yang serupa, bahwa jika seseorang secara bersamaan menjalankan dua puasa rutin dalam satu hari, seperti puasa hari Arafah dan puasa hari Kamis, pahala keduanya tetap dapat diperoleh.” 

Berdasarkan pernyataan tersebut, seseorang masih dapat mendapatkan pahala puasa sunnah Rajab meskipun ia hanya membaca niat puasa qadha Ramadhan. Oleh karena itu, untuk niat kedua jenis puasa ini, mencukupkan dengan membaca niat puasa qadha Ramadhan. Berikut adalah bacaan niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu ṣauma gadin ‘an qaḍā’i farḍi syahri ramaḍāna lillāhi ta’ālā

Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah Swt.

Dengan demikian, penjelasan mengenai bacaan niat puasa Rajab sekaligus qadha Ramadhan telah diberikan. Semoga informasi yang disampaikan dapat memberikan manfaat bagi Anda! (Z-3)
 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *