Trump Rajai Suara di Iowa di Tengah Cuaca Ekstrem

MANTAN presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump unggul di fase awal dalam kontes pencalonan Partai Republik pertama di Iowa pada Senin (14/1). Itu sesuai hasil jajak pendapat Edison Research.

Warga Iowa menghadapi suhu dingin untuk memberikan hak pilih di tempat pemungutan suara yang digelar di sekolah, pusat komunitas dan lokasi umum lain. Pemilihan di negara bagian ini menjadi awal penentuan kandidat presiden dari presiden AS untuk pemilihan presiden 2024.

Posisi dominan Trump telah mengubah persaingan kandidat lain, Gubernur Florida Ron DeSantis dan mantan Duta Besar PBB Nikki Haley menguntit diurutan kedua dan ketiga.

Baca juga: Trump Jumawa Hadapi Pemilihan di Iowa

Pemilihan di Iowa, yang dikenal sebagai kaukus, dimulai pukul 19.00 waktu setempat. Jajak pendapat menunjukkan Trump mendapat dukungan luas dari para pemilih Partai Republik di negara bagian pedesaan Midwestern.

Padahal ia menghadapi empat kasus pidana yang berpotensi menjebloskannya ke penjara sebelum pemilu 5 November. Hasil jajak pendapat Edison juga menemukan empat dari 10 mengatakan imigrasi adalah isu yang paling penting dalam memutuskan siapa kandidat yang akan didukung.

Baca juga: Mahkamah Agung AS Akan Mendengar Banding Trump

Prospek DeSantis dan Haley

Kemenangan besar Trump di Iowa akan memperkuat argumennya bahwa ia adalah satu-satunya kandidat Partai Republik yang mampu melawan Presiden Demokrat Joe Biden. “Saya berharap ini akan terjadi secara besar-besaran, dan saya tidak akan terkejut,” kata Kim Pitts, 65, seorang pensiunan pemilik toko buku Kristen dan pendukung Trump.

Kemenangan besar Trump akan menimbulkan masalah bagi para penantangnya, terutama DeSantis, yang telah mempertaruhkan kampanyenya di kaukus Iowa, dengan menguasai seluruh 99 wilayah di Iowa.

Berakhir di tempat ketiga bisa berakibat fatal bagi masa depan DeSantis. Jajak pendapat menunjukkan Trump tertinggal jauh dari Trump dan Haley di negara bagian New Hampshire.

Pesaing lain dalam persaingan ini termasuk mantan investor bioteknologi Vivek Ramaswamy, yang tahun lalu memicu minat sebagai calon alternatif Trump gagal mendapatkan dukungan. Nasib serupa dialami mantan gubernur Arkansas Asa Hutchinson.

Berbeda dengan pemilu, kaukus Iowa mengharuskan para pemilih untuk berkumpul secara langsung dalam kelompok-kelompok kecil, di mana mereka akan memberikan suara secara rahasia setelah menyampaikan argumentasi. Hasil diharapkan dapat diperoleh beberapa jam setelah kaukus dimulai. (CNN/Z-3)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *