Usai Dicap Teroris, Houthi Hantam Kapal Kargo AS

KAPAL kargo milik Amerika Serikat (AS) terbakar oleh serangan drone kelompok militan Yaman, Houthi, di Teluk Aden. Aksi itu merupakan pembalasan dari keputusan Washington yang kembali melabeli kelompok itu sebagai teroris.

Kapal bernama Genco Picardy itu menjadi sasaran kedua Houthi dalam beberapa hari terakhir. AS juga menerapkan kembali sanksi terhadap kelompok tersebut.

Serangan itu terjadi sekitar 110 kilometer tenggara Teluk Aden. Houthi menggunakan drone untuk menabrakkannya ke kapal tersebut yang merusak tangga. “Tangga kapal mengalami kerusakan dan dianggap tidak dapat digunakan,” sebut Kapten kapal itu.

Baca juga: Laut Merah Buat Pasar Saham Dunia Memerah

Juru Bicara militer Houthi Brigadir Jenderal Yahya Saree mengidentifikasi kapal yang diserang sebagai kapal curah Genco Picardy. Houthi, menurut dia, menegaskan respons terhadap serangan AS dan Inggris pasti akan terjadi.

“Serangan baru apa pun tidak akan dibiarkan tanpa respons dan hukuman,” kata Saree yang juga mengklaim kapal tersebut mengalami hantaman langsung.

Baca juga: Houthi Yaman Akui Rudal Kapal Yunani di Laut Merah

Ia mengatakan pasukan angkatan laut tidak akan ragu untuk menargetkan semua sumber ancaman di Laut Merah dan Laut Arab sesuai hak sah untuk membela diri. “Yaman juga terus mendukung rakyat Palestina yang tertindas,” kata Saree.

Data kepemilikan kapal mencantumkan pemilik Genco Picardy sebagai Genco Ship Management yang berbasis di Kota New York. Data pelacakan satelit telah membuat kapal itu meninggalkan Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir, menuju India.

Serangan itu terjadi tak lama setelah pemerintahan Joe Biden menetapkan Houthi sebagai teroris global. AS juga mengembalikan sebagian sanksi yang sempat dicabut tiga tahun lalu.

Langkah ini bertujuan untuk memblokir akses kelompok tersebut ke sistem keuangan global. Kelompok yang didukung Iran itu sebelumnya mengatakan akan terus menargetkan kapal-kapal yang menggunakan jalur pelayaran penting di Laut Merah.

“Kami tidak akan menyerah menargetkan kapal-kapal Israel atau kapal-kapal yang menuju pelabuhan di Palestina yang diduduk untuk mendukung rakyat Palestina,” kata Juru Bicara Houthi Mohammed Abdelsalam.

Ia menambahkan bahwa Houthi akan menanggapi serangan baru AS di Yaman atau Inggris. AS dan sekutunya telah melancarkan tiga putaran serangan udara yang menargetkan situs-situs Houthi selama seminggu terakhir, untuk mencoba menghalangi para pemberontak.

Houthi telah melancarkan beberapa serangan sejak saat itu, yang semakin membahayakan kapal-kapal yang melakukan perjalanan di jalur perdagangan penting untuk pengiriman kargo dan energi yang bergerak dari Asia dan Timur Tengah menuju Eropa. (AFP/Z-3)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *